Rabu, 23 September 2009

GAMBAR DAN PENJELASAN



Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut (Gambar 1), maka akan didapat suatu larutan yang mengalami:

1. Penurunan tekanan uap jenuh
2. Kenaikan titik didih
3. Penurunan titik beku
4. Tekanan osmosis

Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.


PENURUNAN TEKANAN UAP JENUH



Pada setiap suhu, zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu. Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu. Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut, sehingga kecepatan penguapan berkurang.


Penurunan tekanan uap (Gambar 2)



TEKANAN OSMOSIS




Mekanisme osmosis (Gambar 3)

Keterangan:

* Larutan yang mempunyai tekanan osmosis lebih rendah dari yang lain disebut larutan Hipotonis.
* Larutan yang mempunyai tekanan lebih tinggi dari yang lain disebut larutan Hipertonis.
* Larutan yang mempunyai tekanan osmosis sama disebut Isotonis.

0 komentar:

Poskan Komentar